Pada dinasti Joseon, madu dianggap sebagai obat sehingga minuman keras yang mengandung madu disebut Yakju = minuman keras obat, nasi yang ditanak bersama madu disebut Yakban = nasi obat, dan kue yang dibuat dari madu disebut Yakgwa = kue obat.
Sebuah buku yang ditulis Hong Seok-mu pada tahun 1800 memuat sebuah cerita tentang masakan Yaksik ini. Sekitar tahun 488, seorang raja bernama Soji pada dinasti Silla terselamatkan jiwanya berkat seekor burung gagak. Oleh sebab itu, hari bulan purnama pertama tahun lunar ditentukan sebagai hari Ogiil untuk memperingati jasa burung gagak dan Yaksik dipakai sebagai sesajen pada hari itu.
Bahan:
3 gelas beras ketan (rendam ½ hari, saring)
Saus, campur:
3 sdm minyak wijen
2/3 sdt garam
3 sdm kecap asin
1/3 gelas gula
½ sdt serbuk kayu manis
2 sdm madu
Isi:
8 buah kurma Korea kering, keluarkan bijinya, potong selebar 1 cm
10 chestnut, kupas, belah 4
70 g buah kenari (walnut), belah
2 sdm biji bunga matahari
2 sdm biji labu
1½ sdm biji pinus
Cara Memasak:
Panaskan panci pengukus lalu alasi dengan kain kasa yang basah. Masukkan beras ketan dan kukus selama 50 menit dengan api sedang.
Campurkan nasi ketan, saus dan bahan tambahan lain lalu kukus lagi di dalam panci pengukus yang dialasi kain kasa yang basah selama 20 menit dengan api sedang.
Pindahkan masakan yang jadi ke wadah yang diolesi dengan minyak wijen agar masakan berkilau, wangi gurih, dan lezat. Dinginkan lalu potong sebelum disajikan.
Tips:
- Beras ketan direndam selama setengah hari. Kalau direndam lebih dari sehari, beras ketan akan mudah pecah-pecah.
- Ketika mengukus untuk pertama kali, jadikan beras ketan sedikit keras karena akan dikukus lagi bersama dengan saus.
Koki: Seon Dong-ju,
KBS World
No comments:
Post a Comment