TRILOGI PUTRI SCHOOLAHOLIC

-------------------------------------------------------------------------------------------
3 novel berisi tips & trik bersekolah di Indonesia & Singapura. Perjalanan kehidupan Putri Schoolaholic yang dikelilingi para pangeran di antara Jakarta, Singapura & Seoul...

Blog ini adalah tempat Yunisa berbagi ide-ide di balik penulisan Schoolaholic Princess termasuk belajar lebih banyak tentang Korea (termasuk jalan-jalan ke Korea)
------------------------------------------------------------------------------------------

Search This Blog - Cari di Blog ini


The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta

Sunday, December 5, 2010

Patjuk (Red Bean Gruel)

Dongji (Winter Solstice) refers to the day in December when the sun is at its greatest distance from the equatorial plane. It’s the day when the length of daylight is at its shortest and nighttime at its longest.
Red beans and its red color are associated with the red color of yang (positive) of Eastern philosophy to ward off the presence of departed souls. Some Koreans consider the Winter Solstice as another New Year’s of sorts, in which the safe passing of the shortest day in winter meant an increase in age.

In the royal courts, during sambok, or the dog days of summer, red bean gruel was served to prevent various ailments caused by yeokshin, or the goddess of smallpox.
Red beans are believed to be effective in warming and hydrating the body because they have the greatest amount of vitamin B1 of all grains. Rice, the staple food of Korea, lacks vitamin B1, red beans were often steamed with rice or served in other forms such as gruel to replenish the body.

-Wash red beans thoroughly and then boil them in hot water to make red bean gruel.
-Once coming a boil, the pot is drained.
-The red beans are boiled again until soft
-Some glutinous rice is added to the mix and then boiled again.

Other comfort food for winter
Medicinal herbs, goldongmyeon (mixed noodles), naengmyeong (cold noodles), dongchimi (chopped radishes pickled in salted water), jangkimchi, makkimchi, roasted herring and sujeonggwa (a fruit drink made of honey, dried persimmons, pine nuts and cinnamon)
  
Patjuk (Red Bean Gruel)
• 1 cup non-glutinous rice
• 2 cups red beans
• 20 cups water
• 14 cups red beans, boiled water
• 2 cups glutinous rice flour
• 1/3 small tbs salt
• 3 tbs water
• 1/2 tbs salt
Instructions
1. Wash red beans thoroughly in cold water and soak in water for 2~3 hours.
Take the soaked red beans out and wash them again.
Then place them in a pot and simmer at medium heat for about an hour until the beans are soft enough to be crushed between your thumb and forefinger.

2. When the red beans are ready, take a wooden rice scoop and crush the boiled red beans through a metal sieve. Slowly pour some water on the sieve to completely drain the contents and discard the skins left on the sieve. Make sure the “red bean water” comes to approximately 14 cups in total.

3. Take the 2 cups of glutinous rice flour and knead into small round pieces 1.5~2 cm in size using hot water and salt. This is called (saearshim).
 
4. Pour the “red bean water” into a pot and add soaked rice into the mix. Start at high heat for 10 minutes and when the contents come to a boil, lower to medium heat and simmer for 30~40 minutes.
When the rice looks ready, add prepared red beans without skins and continue to boil at medium heat, stirring for about 5 minutes.
Next, add saearshim (kneaded pieces made from glutinous rice flour) into the pot and boil an additional 5 minutes.
When saearshim are cooked, the small pieces will float to surface. For a finishing touch, sprinkle some salt for seasoning.
Tips: Injeulmi or rice cake covered with bean flour sliced to small pieces, can replace saearshim.

Thursday, November 25, 2010

Edisi Guru Part 2: Bu Dewi Kunti

KoKi, Hardiknas 2 Mei 2007
Cerita dari Seorang Schoolaholic: Guruku Walau Junior tapi Hebat

Yunisa - Singapura

Zevie, ini sambungan cerita pengalaman indah bersekolah di Indonesia.

Hoki dapet guru bagus itu tidak bisa dinilai dari senioritas pengalaman guru semata. Saya punya guru yang KEREN ABIS padahal dia baru TAHUN PERTAMA MENGAJAR alias fresh grad, lulusan IKIP (kalau tidak salah). Namanya Bu Dewi Kunti, guru SMP mata pelajaran Ekonomi Koperasi (Ekop), bagian dari IPS. Banyak sih murid yang memandang dia sebelah mata karena masih baru. Tapi saya SPTB, tertarik pada tepungnya (meminjam istilah Pak Pram). Nah, suatu hari, saya salah konsep pengertian badan usaha -- gara-gara kata "sebagian" -- saya artikan sebagai 50% (dasar otak maunya link to maths always). Dengan sabar, Bu Dewi datang ke meja saya, terus nerangin kalau kata "sebagian" itu "tidak ditentukan mesti berapa %"...

Terus suatu hari saya lagi BT abis sama guru-guru pelajaran lain (e.g. Tata Buku / Admin yang pukul rata nilainya: kamu betul semua atau salah sedikit, nilai max cuma 8, mana saya mesti ikut lomba ke luar sekolah). Pas saya kumpulin PS Ekop saya ke Bu Dewi (telat gara-gara away pas ada jam Ekop, jadi saya baru bikin begitu balik dari lomba), dia malah menolak buat mengoreksi. Sampai sekarang saya masih bingung, kok itu ibu guru bisa pas banget ngomongnya ke saya, "Yunisa, saya tidak perlu koreksi punya kamu. Ibu percaya kamu bisa mengerjakan dengan sempurna." *gubrak, gak diliat kerjaan, langsung dikasih 10* Wah rasanya hatiku berbunga-bunga, dan hilang sudah rasa suntukku hari itu.

Yang saya salut dari Bu Dewi Kunthi ini selain personal approach beliau, juga kemampuan meraba soal ujian! She was my Econ teacher kelas 3 SMP as well. Dari kelas 2 diajar Bu Dewi, semua soal ulangan harian dia, PASTI KELUAR di ulangan umum provinsi!!! Terus pas Ebtanas, SOAL HARIAN juga keluar!!! Jadi rasanya pas ngerjain final exam: loh kok gampang bin sipil banget gitu lho, kan udah keluar di ulangan harian! Kemampuan ini juga dipunyai oleh guru senior saya di SMA (Bu Dien, guru PPKn -- yang pensiun 2 tahun setelah saya lulus) sama Pak Hardy (guru Kimia SMA, he is passionate in teaching chemistry, harusnya udah pensiun masih ngajar tuh sampe sekarang). Yang bikin saya angkat topi ke Bu Dewi itu DIA KAN GURU BARU, belum senior pas ngajar saya... Terus pas saya lulus SMP, dia kasih tau kalau saya pegang rekor NEM IPS tertinggi se-Jogja (haha, pasti bagian Ekop yang nyumbang 100% bener).

Kalau saya main ke almamater saya (for sure, next year if I go back, pasti main deh, lah adik bungsuku tahun ini bakal mulai sekolah di sana juga) -- tiap saya ketemu Bu Dewi, dia masih inget nama saya!!! *terharu hiks, udah lulus berapa tahun juga masih diinget* Apa yang diajarkan ibu guru muda ini, benar-benar melandasi pemahaman saya akan ilmunya Adam Smith sampai sekarang -- termasuk pas kuliah ambil biz modules. Matur nuwun, Bu Dewi!

Udah dulu ya Zev, mau rest nih. Masih banyak guru-guru lain, tapi nanti KoKiers bosen bacanya hehe =D *maksudnya beli novelku aja kalau nanti terbit hahaha*

Salam Schoolaholic,

Edisi Guru Part 1: Pak Pram

Pak Pram (Stefanus Hadi Pramana) = paling kiri, the most left.

Photo credit: Eko Nugroho Putranto, uploaded in SMP Stella Duce 1 facebook group (salah upload)

Yes, today is teacher's day in Indonesia.
Rina Suryakusuma asked me why I have not written any entry in my blogs recently. First, my life is kinda boring, nothing much to tell except if you would like to hear my work stuff. Anyway, I just want to share a bit about a few teachers who I wrote in Schoolaholic Princess (especially Book 1).
-----
KoKi 30 Apr 2007: Schoolaholic SD -- A Tribute to Pak Pram

Zevie, kalau ini dimuat SPTB (seperti biasa, istilahnya adikku yg bungsu), mungkin saya lagi plesir-plesir di Korea. Saya gatel banget pingin nanggapi artikelnya Suhu Josh Chen soal pendidikan di Indonesia. Menurut saya, apakah anak nantinya jadi "OK" atau tidak, faktor-faktor berikut sangat penting:
1. Peranan ortu dalam memilih sekolah
2. Kemampuan & minat si anak sendiri
3. Hoki dapet guru bagus / tidak. (Bagian ini saya mau cerita soal Pak Pram, guru SD saya).

1. Ortu saya OK banget...

Intro dulu: Sekolah Pilihan Ortu

Pengalaman saya sekolah dari playgroup-SMA di Indo sangat berkesan -- dan sudah saya tuangkan dalam novel kedua (Schoolaholic Princess). Memang sekolah yang saya masuki itu semua pilihan ortu: swasta, agama -- saya tidak pernah masuk SMP / SMA negeri unggulan walau NEM saya lebih dari cukup. Ortu takut saya dicing or kena diskriminasi, soalnya by default saya orangnya berani mati, tukang ngeyel sama guru, apalagi kalau saya yakin saya bener. Terus karena saya cantik (turunan mama), dari SD udah dibajul cowok-cowok, dengan masuk sekolah tipe susteran (apalagi pas SMA cewek semua), ortu sedikit merasa lebih aman. Pas saya pingin go international, kuliah di luar (kemauan sendiri, cari univ sendiri), ortu cuma bisa "ya kalo kamu mau, cari jalan sendiri!" --> ortu lega, berarti bebas kemungkinan dicing dosen.

No les pelajaran, les macem-macem YES!

Saya tidak menutup mata kalau banyak teman-teman yang "les pelajaran tambahan" sama wali kelas. Saya sendiri TIDAK PERNAH NGELES PELAJARAN dari SD-SMA. Ortu justru suruh saya ngeles di luar pelajaran sekolah. Ortu ngeliat tingkah laku anak-anaknya, terus ditanyain: mau les English gak? (waktu itu English belum diajarkan di SD). Mau les organ gak? Mau les nari gak? Mau les renang gak? Anaknya juga kepinginan (lagi musim film silat) -- Ma, mbok aku ngeles Mandarin ya. (Tapi ya gitu deh, otak saya gak bisa ngapal tulisan aneh-aneh). Ortu cuma pingin anaknya nggak bosen acara sekolahan terus. Jadi di luar jam sekolah ya kalau mau beraktivitas, pilih yang di luar pelajaran sekolah aja. Ternyata ini bagus untuk perkembangan otak!

Foundation kesadaran belajar sendiri: IBU dan GURU
I have to thank my mom for her patience in giving me the foundation of strong maths and Indonesian spelling. Dulu saya kelas 1 bego banget, taunya 11 itu ya sebelas, setelah 10, gak tau satuan itu apa puluhan itu apa. Jadi dapet nol deh PS math -- wah langsung diceblek tangan saya 10x sama Mama. Pas IPA dapet 6 gara-gara salah spelling dingin jadi "dinggin" --> 4 nomer sendiri! Jadi bukan salah konsep IPA, tapi masalah pengejaan. Sejak saat itu, kalau Mama nemu saya salah eja, dipastikan saya harus menyalin kata yang salah eja 10x. Hasilnya tok cer. Kalau nulis tangan (bukan ngetik loh ya, ngetik kan typo karena salah pencet) -- saya hemat tip ex alias jarang salah, sampe teman-teman pas SMA heran. Tip ex satu bisa tahan 3 tahun hahaha =D

Waktu SD itu, saya ditanamkan konsep: pelajaran gampang gini, dapet 10 dong! Jangan mudah puas sama nilai 8/9. Tapi sayangnya, Mama gak telaten gitu ke semua adik-adik (maklum kebanyakan anak). Jadi sekarang giliran saya yang "membantai" adik bungsu.

2. Pak Pram, a teacher who moulded my personality
Sekarang Yunisa dikenal sbg cewek super PD itu karena Pak Pram -- nama lengkap: St. H. Pramana (wali kelas 6), ulang tahunnya hari Natal (hasil saya ngecek kantor Tata Usaha sebelum kelulusan haha, telat yah) -- dia adalah guru SD paling keren. Dia membuat saya merasa "it is OK" just to be myself, gak usah takut kalau saya emang mengepakkan sayap lebih tinggi daripada teman-teman. Guru-guru lain OK juga sih, mereka membuat saya merasa normal, gak beda sama teman-teman lain... Mereka belum mengajarkan self acceptance in real term. Baru general identification with peers doang. Lain halnya dengan Pak Pram (mungkin karena dia juga udah senior waktu ngajar saya). Tapi kelihatan sekali kalau he has the passion to teach.

Unforgettable, he will always be in my heart. Pak Pram was the one who made me a Schoolaholic in real term. He made me love every single lesson, thrist to know more... He made me realize that it's OK to believe in myself. He made my world every single day -- jadi kalau sakit rasanya rugi banget -- Yunisa harus diusir: jangan masuk, nanti temenmu ketularan! Baru deh gak masuk.
Cara dia nerangin itu fun abiz. Misal IPS, ibukota Tibet.
Pak Pram: "Kemarin hari apa?"
Murid: "Selasa."
Pak Pram: "Nah, ibukota Tibet itu Lasha."

Pelajaran EYD + grammar bahasa Indo dari Pak Pram, waduh, itu senjata yang bikin saya menang melawan guru-guru bahasa Indonesia di SMP-SMA (salut buat Pak Pram). Sampai sekarang saya masih bisa kalau disuruh nulis surat resmi kantoran berbahasa Indonesia resmi, tapi di KoKi -- biarlah lotek n gado-gado aja bahasanya hehehe =P

Pak Pram juga emphasized: "Anak-anak, saya cuma menerangkan bahan ini sekali! Gak bakal balik lagi ke bahan ini soalnya kalian kelas 6, harus persiapan ujian, semua bahan dari kalian kelas 1 harus dikuasai! Jadi kalau kalian nggak ngerti bab ini, ya harus tanya hari ini!" Aturan main itu saya pegang selama saya sekolah. Bahan yang diterangkan hari itu, harus dimengerti hari itu (tidak berhasil pas kuliah S1 jurusan matematika -- yang bikin saya mutung, banting setir jurusan S2nya).

Filosofi lain yang diajarkan: "Materi pelajaran itu seperti tepung. Kalau kalian menguasai tepungnya, disuruh bikin roti macem-macem juga bisa! Soal-soal itu kan cuma perintah suruh bikin roti jenis apa!" Ini saya pegang sampai saya lulus SMA. Jadi kalau mau dikasih soal muter-muter kayak apa, asal saya menguasai materinya, saya punya keyakinan, pasti bisa dikerjakan.

Pak Pram itu guru sekaligus mbah dukun??? Karena saya ketua kelas, saya sering banget stay back, beresin kelas, diajak ngobrol istirahat, kalo ada tawaran lomba selalu dikasih tau pertama... Suatu hari pas belajar topik ASEAN, dia bilang kalau saya nanti di Singapura. Waktu itu saya cuma melongo aja. (Pak Pram punya kemampuan metafisik, dia juga bisa ngobati mata timbilen / bintitan dengan air putih yang dia doakan dulu).

Terus kalau nerangin matematika, Pak Pram terang-terangan main "cepat tepat" -- yang tau jawaban tunjuk jari. Dan walau saya angkat tangan pertama, dia gak pernah suruh saya jawab, selalu dikasih temen lain dulu sebelum akhirnya ke saya. Dan pernah, jawaban saya itu beda sendiri sekelas (melawan 40 anak). Dialog berikut membangkitkan rasa super PD saya (di P4 dulu namanya asas kepercayaan terhadap diri sendiri).

Pak Pram: Yun, kamu yakin jawabanmu benar?
Saya: Ya!
Pak Pram: Gak takut tuh nanti kalau dimusuh teman-teman sekelas soalnya jawabanmu beda sendiri?
Saya: Ngapain takut, Pak?
Pak Pram: Bagus! Kalau kamu benar, harus berani mempertahankan jawabanmu, walau itu melawan sekelas! Memang jawaban yang benar jawabannya Yunisa.

Dan sering, kalau teman-teman lain semua udah stuck, couldn't solve the problem given by Pak Pram, baru Pak Pram minta saya explain ke kelas solusi saya. His approached in using me to explain my logic to the class really trained me in public speaking, scientific presentation. Pak Pram juga adalah guru pertama yang mengindikasikan kalau ketepatan pilihan kosakata saya "di atas rata-rata" teman-teman sebaya -- saya menganggap normal deh kalau nilai mengarang saya bagus (belum ada niat sama sekali jadi novelis waktu itu).

Segi fun Pak Pram: kalau sekelas bosen, takut ulangan pelajaran lain, tau-tau kita semua disuruh berdiri n nyanyi. Kadang suruh tepuk Pramuka. Rame deh!

(bersambung)

Tuesday, November 9, 2010

Ryu Akira

Hahaha, I almost forgot that I've created this character :P Thanks, Bella!
Dari Twitter hari ini:
@bella_oc
Bella Octalia C.
Is there any man like Ryu Akira? Almost perfect. Great brain, best in swimming, 180 cm, 80 kg (all muscle), super kind. Wuauw!!!
9 Nov 2010

Sunday, October 31, 2010

Saturday, October 30, 2010

Chocolate Japonaise

Chocolate Japonaise
Bahan:
315 g putih telur
300 g gula pasir
275 g almond bubuk
100 g gula pasir
25 g cokelat bubuk
Chocolate Ganache :
500 g cokelat blok (dilelehkan)
600 g whipping cream

Cara Membuat :
Kocok putih telur dengan 200 g (dari 300 g gula pasir).
Setelah mengembang, masukkan sisa gula pasir yang 100 gr, kocok terus sampai menjadi sempurna.
Campurkan almond, gula dan cokelat bubuk jadi satu kemudian campurkan dengan putih telur dan aduk perlahan sampai tercampur dengan baik.
Masukkan ke dalam kantong semprotan kue, semprotkan ke atas loyang datar dengan bentuk bundar atau bentuk lain sesuai selera.
Panggang dalam oven dengan suhu 170 C selama 20 menit.

Isi :
Tim cokelat blok hingga leleh.
Masak whipping cream sampai mendidih. Diamkan beberapa saat, lalu tuangkan ke dalam cokelat leleh. Aduk sampai rata, diamkan.

Penyelesaian :
Semprotkan adonan isi pada bagian bawah kue. Tutup kembali dengan kue yang lain.
Untuk 50 buah
Resep: Detik (eka / Odi)

Friday, October 29, 2010

Chocolate Fruit Pie

Pai Cokelat Buah (Chocolate Fruit Pie)

Sunday, October 24, 2010

Hot Choc

Cokelat Panas
Bahan:
75 g dark cooking chocolate, cincang
250 ml susu segar
2 sdm gula palem
3 sdm gula pasir
1 sdm rhum, jika suka
Pelengkap:
Krim Segar

Cara membuat:
* Rebus cokelar, susu, dan gula hingga cokelat larut dan mendidih.
* Angkat, saring, tuang ke dalam cangkir. Tambahkan rhum, jika suka. Beri Pelengkapnya. Sajikan segera.

Resep: Detik

Cokelat Panas Kayu Manis
Bahan:
400 ml susu sapi segar
5 cm kayu manis
1 sdm cokelat bubuk
20 g dark cooking chocolate, cincang
Topping:
Krim kocok
Cokelat bubuk

Cara membuat:
Rebus susu dan kayu manis hingga mendidih. Masukkan cooking chocolate dan cokelat bubuk. Aduk hingga cokelat larut.
Angkat, saring. Tuang ke dalam 2 buah cangkir/mug. Beri Toppingnya. Sajikan segera.

Untuk 2 cangkir
Resep: Detik

Saturday, October 23, 2010

Variasi Fondue


Venus Soup sepintas mengingatkan saya pada choc fondue hahahah

Saturday, October 2, 2010

Tutty Frutty Chocolate Candy

Tutty Frutty Chocolate Candy
Bahan:
1500 g milk cooking chocolate, potong-potong
500 ml whipping cream
250 g campuran buah kering

Cara membuat :
* Tim milk chocolate hingga leleh.
* Masak whipping cream sampai mendidih, angkat dan diamkan beberapa saat.
* Siapkan loyang atau cetakan loaf yang sudah dilapisi aluminium foil.
* Potong buah kering, kemudian ambil setengah bagian dan taburkan ke dalam cetakan.
* Tuangkan campuran cokelat ke dalam cetakan dan ratakan. Terakhir taburkan sisa buah kering di atas cokelat dan dinginkan.
* Potong kecil-kecil cokelat tersebut dan sajikan.

Untuk 60 potong

Resep: Detik (dev/Odi)

Friday, October 1, 2010

Chocolate Cookies

Hmmm mungkin tidak semenggoda aromanya Famous Amos... but please do try and let me know ;)
Happy Children's Day!
Oat Choco Chips
Bahan:
120 g mentega rendah lemak tawar
60 g gula palem
80 g gula pasir
1 butir telur ayam
½ sdt esens vanili
220 g tepung terigu
80 g instant oats
150 g chocolate chips

Cara membuat:

* Kocok mentega dan gula hingga lembut.
* Tambahkan telur dan vanili, kocok hingga rata.
* Masukkan tepung terigu, aduk rata.
* Masukkan oats dan chocolate chips, aduk hingga rata.
* Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil.
* Taruh dalam loyang datar. Tekan hingga agak pipih.
* Panggang dalam oven panas 180 C selama 20 menit.
* Angkat dan dinginkan.

Untuk 600 gram
Resep: Ny. Linda, Detik
Giant Choco Chips Cookies
Bahan:
130 g mentega
100 g gula pasir
50 g gula palem
1 butir telur ayam
1 sdt vanili bubuk
150 g chocolate chips
Ayak jadi satu:
200 g tepung terigu
3/4 sdt baking powder
1/2 sdt garam

Cara membuat:
* Kocok mentega bersama gula dan gula pasir hingga lembut.
* Tambahkan telur dan vnaili, aduk rata.
* Tambahkan campuran teirgu, aduk hingga rata.
* Masukkan chocolate chips, aduk rata.
* Bagi adonan menjadi 6 bagian.
* Taruh di atas loyang datar, bentuk adonan menjadi lebar dan pipih dengan siameter 12 cm. Beri jarak 4 cm di antaranya.
* Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit hngga kecokelatan.
* Angkat dan dinginkan.

Untuk 6 buah
Resep: Detik
Choco Chocolate Chip Cookies
Bahan:
160 g mentega tawar
80 g gula bubuk
75 g kacang mete panggang, cincang
75 g chocolate chip
1/2 sdt pasta cokelat Black Forest, jika suka
Ayak jadi satu:
210 g tepung terigu protein rendah
10 g cokelat bubuk


Cara membuat:
# Biarkan mentega dalam suhu ruangan hingga agak lembek.
# Tambahkan gula bubuk, aduk dengan sendok kayu hingga tercampur rata.
# Tambahkan tepung terigu, dan pasta cokelat (jika suka) aduk hingga rata.
# Masukkan chocolate chip dan kacang mete, aduk rata dengan tangan.
# Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil, taruh di loyang datar. Tekan sedikit hingga agak pipih.
# Panggang dalam oven panas bersuhu 180 C selama 20 menit.
# Angkat dan dinginkan. Simpan dalam wadah bertutup rapat.
Untuk 70 buah
Resep: Detik

Choco Chips Cookies
Bahan:
135 g mentega tawar
180 g gula bubuk, ayak
1 sdt esens vanili
1 kuning telur ayam
150 g chocolate chips
Ayak jadi satu:
225 g tepung terigu
1 sdt soda kue
1/2 sdt gram


Cara membuat:
* Kook mentega, gula dan vanili hingga lembut.
* Masukkan kuning telur, kocok rata.
* Tambahkan campuran terigu, aduk rata.
* Masukkan chocolate chips,aduk rata.
* Bentuk adonan menjadi bulatan kecil dengan bantuan 2 buah sendok teh atau tangan.
* Taruh di loyang datar. Beri jarak di antaranya.
* Panggang dalam oven panas 170C selama 20 menit.
* Angkat dan dinginkan.

Untuk 800 gram
Resep: Detik

Saturday, September 25, 2010

JW Marriott Jakarta - Chocolate Cake

Resep dari JW Marriott Jakarta

Flourless Chocolate Cake
Bahan:
180 g dark choclate couverture, potong-potong
85 g mentega
70 g (3 butir) kuning telur ayam
180 g putih telur ayam
50 g gula pasir
Pelengkap:
Krim kocok
Cokelat Serut
Gula bubuk
Buah-buahan segar

Cara membuat

* Tim cokelat dan mentega hingga leleh. Angkat.
* Aduk-aduk hingga hangat.
* Masukkan kuning telur, aduk hingga rata.
* Kocok putih telur sambil tambahkan gula pasir hingga kental.
* Masukkan ke dalam adonan cokelat, aduk rata.
* Tuang ke dalam loyang bundar 18 cm hingga 3/4 tinggi loyang. (Karena kue akan mengembang agak tinggi)
* Panggang dalam oven panas 170 C selama 30 menit.
* Angkat dan dinginkan. Lepaskan dari loyang. Kue akan sedikit cekung di bagian tengahnya.
* Taruh kue di piring saji, beri bahan Pelengkapnya.

Untuk 2 loyang 18 cm
Resep: Detik 

Chocolate Truffle Cake
Bahan:
1 resep Flourless Chocolate Cake 
Chocolate Truffle Cream:
150 ml air
100 g glucose syrup
15 g gelatine bubuk
500 g dark chocolate couverture, cincang
1 liter krim kocok
Dark Chocolate Glazed:
75 g glucose
250 g gula pasir
400 ml krim segar/cair
200 ml air
750 g dark chocolate couvertur, cincang
125 g dark chocolate compound, cincang
Pelengkap: 200 g raspberry jam

Cara membuat:
* Siapkan cake cokelat, belah membujur menjadi dua bagian. Sisihkan.
Chocolate Truffle Cream: Masak air bersama glucose hingga mendidih.
* Tambahkan gelatine,aduk hingga larut.
* Tuangka ke dalam cokelat, aduk hingga cokelat larut.
* Aduk cokelat dan krim kocok hingga rata.

Dark Chocolate Glaze:
* Masak glucose, gula, krim dan air hingga mendidih.
* Taruh dua jenis cokelat dalam mangkuk.
* Tuangi campuran adonan krim panas,aduk hingga cokelat larut.

Penyelesaian: Olesi belahan cake dengan selai raspberry hingga rata.
* Beri adonan Chocolate Truffle Cream, ratakan. Satukan cake kembali.
* Siram dengan adonan Dak Chocolate Glazed. Biarkan hingga agak mengeras.
* Hiasi dengan cokelat serut.

Untuk 2 loyang 18 cm
Resep: Detik

Chocolate Mango Cake
Bahan:
1 Resep Flourless Chocolate Sponge
Mango Mousse:
300 g pure mangga
120 g gula pasir halus
10 ml jus lemon
500 g krim kocok
20 g gelatin bubuk, larutkan dengan 2 sdm air panas
Pelengkap:
Buah Mangga, potong dadu
Lapis Legit, siap pakai
Mango Jelly, siap pakai

Cara membuat:
* Siapkan cake sesuai resep.
Mango Mousse: Campur pure mangga, gula dan jus lemon hingga rata.
* Tambahkan krim kocok dan gelatin leleh, aduk rata.
* Siapkan loyang ring, alasi dengan kertas aluminium.
* Taruh sepotong cake di dasar loyang.
* Iris lapis legit selebar 3 cm. Susun mengelilingi cake hingga rata dan rapi.
* Tuangkan adonan mousse, ratakan.
* Simpan dalam lemari es beberapa jam hingga mengeras dan beku.
* Olesi permukaannya dengan jelly mangga hingga rata.
* Hiasi dengan potongan mangga dan hiasan lain, jika suka.
Resep: Detik

Friday, September 24, 2010

Shangri-La Jakarta - Chocolate Cake

Baked Chocolate Espresso Cake
Bahan:
250 ml air kopi kental/espresso
500 g dark couverture chocolate 72%, potong-potong
250 g mentega tawar, lelehkan
8 butir telur ayam
200 g gula pasir

Cara membuat:
* Taruh cokelat dalam mangkuk/baskom.
* Masak air kopi hingga panas benar. Angkat.
* Tuang ke dalam cokelat, aduk-aduk hingga cokelat lumer dan licin.
* Tambahkan mentega, aduk rata.
* Kocok telur dan gula dengan mixer kecepatan rendah atau kocokan kawat hingga gula lumer.
* Tuangkan adonan telur ke dalam adonan cokelat. Aduk hingga rata.
* Simpan adonan dalam lemari es atau chiller hingga agak keras.
* Siapkan loyang ring 20 cm yang sudah dibungkus kertas aluminium.
* Tuang ke dalam adonan cokelat hingga 2/3 tinggi loyang.
* Taruh loyang berisi kue di dalam loyang yang lebih besar. Beri air panas hingga setinggi 1-2 cm.
* Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat selama 12-20 menit hingga permukaan cake membeku.
* Angkat dan dinginkan. Hias cake sesuai selera.

Untuk 2 loyang
Resep: Detik

Thursday, September 23, 2010

Korean Noodles

In Korea after a wedding, bowls of noodle soup (or guksu) are served to guests who've come to celebrate the newly married couple. Noodles are cheap to make, nutritious and filling, quickly prepared, can be eaten hot or cold, may be stored for years and are easily transported.

In North Korea, the famous cold noodle dish, naengmyeon is the proto-typical noodle dish, but in South Korea, warm noodle soup, called onmyeon, was more common until the onset of the Korean War. Noodles used for onmyeon are generally made of a wheat called somyeon, and are very easy to prepare and cook.

Source: Seoul Magazine
Yeolmu Bibim Guksu
Noodles with Young Summer Radish Kimchi
This spicy cold noodle dish is particularly popular in summer, both appealingly appetizing and remarkably refreshing in warmer weather.
Ingredients
•200 g Yeolmu kimchi
•200 g Somyeon noodle
•1/2 Cucumber
•Spring onion, a few stalks
•1 Hard Boiled egg

Sauce
•1 tbs red bean paste
•1 tsp red pepper powder
•1/2 tbs vinegar
•1/2 tbs sugar
•sesame seeds
•sesame oil

Cooking Instructions

  1. Boil somyeon noodles for approx. 7 minutes. Rinse in cold water and drain.
  2. Prepare the sauce by mixing all sauce ingredients together.
  3. Cut the yoelmu kimchi and mix with the sauce.
  4. Slice the cucumber very thinly and chop the spring onions.
  5. Slice the boiled egg.
  6. Mix the noodles with the yoelmu kimchi and sauce mixture, garnish with sliced cucumber and egg, and sprinkle with chopped spring onion.
--------
Janchi Guksu
Noodle Soup with Chicken
A simple noodle dish of thin wheat noodles in a clear broth, topped with egg garnish, sauteed chicken or beef, and julienne vegetables. This dish is traditionally served warm at large feasts such as weddings.
Ingredients
•1/4 Chicken
•5 kernels of Peppercorns
•200 g Somyeon noodles
•1/2 Courgette (Zucchini)
•1/4 Carrot
•1 Egg
•Cooking oil

Sauce
•3 cloves of garlic
•1/2 stem of Leek
•Salt & pepper
•Sesame oil
Cooking Instructions
  1. Place the quarter chicken in a pot and pour water to just cover. Simmer with garlic, leek and a few peppercorns for about 30 minutes until chicken is tender.
  2. Remove the cooked chicken and save the flesh, discarding the bones. Mix the chicken with salt and pepper.
  3. Sieve the broth and season with salt and pepper, then set aside.
  4. Slice the courgette and carrot very thinly, then fry lightly with a little oil in a pan for 2 to 3 minutes.
  5. Separate the egg and make two thin omelettes, one with egg white and the other with yolk. Slice very thinly, same size as the vegetables.
  6. Boil water in a big pot to cook the somyeon noodles, about 7 minutes. Rinse in cold water and drain. Re-warm the broth.
  7. Place the cooked somyeon in a serving bowl, garnish with seasoned chicken meat, vegetables and egg. Add the warm broth and some sesame oil.

Wednesday, September 22, 2010

Beda Menjiplak dengan Mengutip

Perhaps I took for granted that I am surrounded by well-groomed academics. Ternyata dari pembaca yang gak suka sama Yunisa (tapi tetep aja baca tulisan saya LOL) -- ada yang nggak tau beda menjiplak sama mengutip.

OK deh, buat yang tidak pernah berkecimpung dalam dunia riset atau bergelut dengan jurnal ilmiah, I'll tell you the difference. Mengutip itu selalu mencantumkan sumber referensi. Coba lihat aja di semua resep yang Yunisa salin di blogs - selalu ada Sumber / Source, apa resep itu dari Detik atau Femina atau majalah Nova yang dilink oleh Kompas atau Asiaone...

Dalam menulis research paper, ada teknik yang namanya Oxford style referencing. Biasanya kutipan (nama orang, tahun). Misal:
Orang yang tidak memedulikan Tuhan, hidupnya tak akan pernah bahagia (Samuel Mulia, 2010)
--> ini salah satu untuk bab pembuka di trilogi Peony (belum selesai buku 2 dan buku 3-nya). Om Samuel, I always love reading your articles. Full of wisdom!
BTW, silakan diGoogle sendiri detailnya untuk Oxford style ini, di References urutannya gimana: surname, italics, etc. Oxford style banyak digunakan di universitas2 di Inggris dan negara2 pesemakmuran.
-----
Pak Ari - terima kasih dulu sudah melatih murid-murid Stece 1 dalam menulis laporan praktikum Biologi yang sangat "ketat aturan", panjang, dan harus
-dicicil setiap hari selama seminggu (cara Yunisa)
-ngebut tulis tangan sampai pegal semalam suntuk dan diteruskan menyambi di hari H pengumpulan laporan = cara teman2 ;)
Laporan Biologi  yang wajib memakai daftar pustaka, mengutip teori yang akan dibuktikan, hipotesis, dsb. - juga saya praktikkan untuk laporan Fisika dan Kimia. Alhasil, terima kasih, Pak. Seperti yang Bapak bilang, penderitaan zaman SMA itu sangat berguna di kemudian hari kalau kami, murid-murid Pak Ari, dipaksa nulis laporan ilmiah pada saat kuliah (dan pasca kuliah).  Fellow Stece-ers, berbahagialah kita yang dulu "disiksa" Pak Ari hehehe :D Cheers!

Tuesday, September 21, 2010

Penjiplakan adalah bentuk pemujaan yang paling bego

Halo pembaca,
Pagi ini Yunisa bangun tidur membuka Macbook (disuruh ngecek AirAsia sama Mama) dan tanpa sengaja malah menemukan bahwa isi dari blog ini (bagian Korea khususnya) disalin tanpa izin dan tanpa kredit...

Apakah mentalitas orang Indonesia memang nggak ketulung? Kapan bisa majunya negara kita?

Yanti (or whoever you are), kalau mau menyalin itu ya mbok ngomong baik-baik dulu... Saya nggak langsung secara buta menyalin dari sumber - I do some editing first before I post... Dan pengalaman memasak di KTO itu MEMANG HARUS DATANG ke Samsung Hub di Raffles Place! 

Kalau Anda mau usaha Anda dihargai, Anda harus belajar terlebih dulu menghargai usaha orang lain. 
Jadi teringat Kimberly yang baik (pendukung gerakan Stop Plagiarisme) - you rock, Kimberly. You got my respect. 

Monday, September 20, 2010

Grand Hyatt Jakarta - Chocolate Cake

Resep dari Grand Hyatt Jakarta

Framboise Chocolate Cake
Bahan:
Chocolate sponge:
225 g telur
200 g gula pasir
175 g tepung terigu
40 g tepung maizena
50 g cokelat bubuk
50 g mentega cair
90 g air
5 g garam
5 g Baking powder
25 g Quick 75 atau cake emulsifier lain
Dark chocolate mousse:
500 ml susu segar
100 g gula pasir
6 butir kuning telur
7 lembar gelatine, potong-potong, rendam air dingin hingga lembek
500 g krim kocok
150 g dark chocolate, lelehkan
Khusus raspberry
150 g raspberry pure
100 g raspberry segar

Cara membuat:
* Masukkan semua bahan kecuali mentega cair ke dalam mangkuk.
* Kocok hingga mengembang kurang lebih 6 menit.
* Masukkan mentega cair, kurangi kecepatan mikser.
* Setelah tercampur rata, tuangkan ke dalam 2 buah cetakan bundar 18 cm yang sudah dialasi kertas.
* Panggang dengan suhu 170 derajat selama 15 menit.
* Angkat dan dinginkan.
Dark Chocolate Mouse:
* Rebus susu dan gula hingga gula larut.
* Kocok kuning telur hingga rata. Tuangi sedikit susu panas, aduk rata. Tuang kembali ke dalam rebusan susu dan masak hingga mengental.
* Angkat, tambahkan gelatine yang sudah lembek, aduk hingga gelatine larut. Sisihkan hingga dingin.
* Campur dengan krim kocok dan cokelat, aduk rata.
( * Tambahkan pure raspberry, aduk rata. Sisihkan)
Penyelesaian:
* Belah cake membujur menjadi 3 bagian.
* Taruh 1 potong cake dalam loyang ring 20 cm (ukuran loyang lebih besar dari cake).
* Taruh chocolate mousse dalam kantong semprotan kue. Semprotkan ke keliling cake hingga tertutup rapi.
* Perciki cake dengan sirop gula. Olesi permukaannya dengan chocolate mousse.
* Taburi dengan buah raspberry segar. Tutup dengan cake yang lain. Kerjakan melapis yang sama lalu tutup bagian atasnya dengan chocolate mousse.
* Simpan ke dalam freezer, hingga beku.
* Keluarkan dari freezer dan siram dengan chocolate ganache yang hangat
* Hias sesuai selera.
Untuk 2 loyang @ 16 potong
Resep: Detik

Prune Chocolate Cake
Bahan:
Walnut sponge:
500 g kuning telur
100 ml air
25 ml rhum, jika suka
2.5 g esens vanilla
2.5 g garam
1.5 g kayu manis bubuk
1 sdt kulit jeruk lemon parut
150 g tepung panir putih
200 g walnut bubuk
750 g putih telur
450 g gula pasir
Prune compote:
500 g prune tanpa biji
250 ml sirop gula
100 ml rhum
Chocolate Mousse: (lihat resep Framboise Chocolate Cake)
Cara membuat:
Walnut sponge: Kocok kuning telur, air dan vanili hingga mengembang.
* Campurkan walnut, bread crumb,cinnamon, salt, kulit jeruk lemon parut, ratakan.
* Kocok putih telur dan gula hingga menjadi kaku.
* Campurkan ke dalam kocokan telur dan aduk rata, secara perlahan.
* Tambahkan campuran walnut ke dalam campuran telur , terakhir masukkan rhum, jika suka, aduk rata.
* Tuang adonan ke dalam 2 buah loyang ring 20 cm yang sudah dialasi kertas.
* Panggang dalam oven panas 180C selama 30 menit hingga matang.
* Angkat dan dinginkan.
Prune compote: Campur rhum dan sirop gula, masukkan prune dan rendam selama semalam.
Penyelesaian:
* Belah cake membujur menjadi 2 bagian.
* Taruh 1 potong cake dalam cetakan ring yang sedikit lebih besar. Perciki dengan sirop gula.
* Olesi dengan chocolate mousse lalu taburi dengan potong prune.
* Tumpuk dengan 1 potong cake yang lain. Kerjakan yang sama.
* Terakhir lapisi dengan chocolate mousse. Hias sesuai selera.
Untuk 2 loyang @ 16 potong
Resep: Detik
American Chocolate Cake
Bahan:
American chocolate sponge:
10 butir telur ayam
325 g gula kastor
2,5 g vanili bubuk
450 g tepung terigu
180 g cokelat bubuk
150 ml air hangat
Sirup Gula:
1 liter air
1 kg gula pasir
Chocolate Ganache:
150 ml krim segar
250 g dark chocolate

Cara membuat:
* Kocok telur dan gula hingga mengembang.
* Ayak tepung terigu, sisihkan.
* Campurkan cokelat bubuk dan air hangat dan aduk menggunakan kocokan kawat hingga merata.
* Masukkan tepung sedikit-sedikit ke dalam telur kocok dan aduk secara perlahan hingga rata.
* Masukkan campuran cokelat dan aduk hingga merata.
* Tuang ke dalam 2 buah loyang ring 20 cm yang dialasi kertas. Ratakan.
* Masukkan ke dalam oven dengan panas 180 derajat selama 25 menit.
* Angkat dan dinginkan.
Sirup Gula:
* Panaskan air, masukkan gula , rebus hingga mendidih dan larut.
* Angkat dan dinginkan.
Chocolate Ganache:
* Didihkan krim, tuang ke dalam cokelat.
* Aduk-aduk hingga cokelat leleh dan kental. Dinginkan.
Penyelesaian:
* Belah cake membujur menjadi tiga bagian.
* Letakkan 1 potong cake di atas round table, perciki sirop gula dan oles chocolate ganache, ulangi hingga lapis ketiga.
* Lapisi seluruh permukaan dan sisi cake dengan chocolate ganache, kemudian simpan di dalam kulkas.
* Hias sesuai selera.
Untuk 2 loyang @ 16 potong
Resep: Detik

White and Dark Chocolate Pistachio Cake
Bahan: 1 American chocolate sponge
Dark chocolate mousse: lihat Raspbery cake

White chocolate Mousse:
500 g susu segar
100 g gula pasir
6 butir kuning telur
7 lembar gelatine
500 ml whipped cream
150 g white chocolate, potong-potong
100 g kacang pistachio, haluskan


Cara membuat:
White Chocolate Mousse:
* Kocok kuning telur hingga rata. Tuangi sedikit susu panas, aduk rata. Tuang kembali ke dalam rebusan susu dan masak hingga mengental.
* Angkat, tambahkan white chocolate cincang, aduk hingga larut.
* Tambahkan gelatine yang sudah lembek, aduk hingga gelatine larut. Sisihkan hingga dingin.
* Campur dengan krim kocok, aduk rata. Masukkan pistachio bubuk, aduk rata.
Penyelesaian :
* Potong membujur cake menjadi 3 bagian.
* Ambil cetakan persegi empat, Taruh di dasar loyang, perciki sirop gula.
* Tuangkan dark chocolate mousse, tumpuk dengan sepotong cake, lalu beri sirup gula.
* Olesi white chocolate mousse. Tutup dengan cake dan beri sirop gula. Terakhir olesi Chocolate Ganache.
* Hiasi sesuai selera.
Untuk 60 potong
Resep: Detik

Chocolate Cassata Cake (Choc Log Cake)
Chocolate Roulade:
500g telur ayam
350 g gula pasir
400 g tepung terigu
200 ml susu cair
50 g cokelat bubuk
White Chocolate Mousse: (Lihat Resep Pistachio Cake)
Isi:
150 g kiwi, potong kecil
150 g strawberry, potong kecil
150 g buah peach kalengan, potong kecil


Cara membuat:
* Kocok telur dengan gula hingga mengembang.
* Ayak tepung terigu dan cokelat bubuk.
* Masukkan tepung ke dalam campuran telur dan aduk perlahan.
* Tambahkan susu dan dan aduk pelan agar tidak turun.
* Siapkan loyang segi empat 50x 45 x 2 cm. Alasi dengan kertas roti.
* Tuangkan adonan tadi ke dalamnya dan ratakan.
* Bakar dengan suhu 170 derajat Celcius selama 5 menit.
* Angkat dan dinginkan.
Penyelesaian:
* Olesi permukaan chocolate roulade dengan 2 sendok besar white chocolate mousse.
* Taburi dengan buah-buahan yang telah dipotong kecil.
* Gulung secara perlahan sambil padatkan.
* Simpan dalam lemari pendingin.
* Hias sesuai selera.
Untuk 30 potong
Resep: Detik

Sunday, September 19, 2010

Chilli Chocolate Block

Chilli Chocolate Block
Recipe: Chef Janice Wong, Singapore

Bahan:
4 g cabai merah/rawit merah kering
240 g fresh cream
300 g araguni 70% chocolate, cincang atau dark couverture chocolate
195 g putih telur

Cara membuat:
* Masukkan cabe rawit merah ke dalam cream dan biarkan terendam semalaman.
* Saring cream lalu masak hingga mendidih. Angkat.
* Tuang ke dalam cokelat cincang dan diamkan sebentar.
* Aduk dengan spatula dengan gerakan memutar perlahan hingga cokelat menyatu dengan cream.
* Kocok putih telur sebentar lalu campur dengan campuran cokelat dan cream.
* Tuang adonan ke dalam siphon dan pasang tombol 2 cream.
* Taruh sihpon ke dalam panci berisi air hangat selama 30 menit. (air setinggi seperempat tinggi siphon)
* Angkat siphon dan dinginkan.
* Semprotkan ke dalam wadah lalu simpan dalam freezer hingga membeku.
* Potong-potong cokelat dan sajikan.

Untuk 20 potong
Resep: Detik

Saturday, September 18, 2010

Chocolate Brownies

Chocolate Fudge Brownies with Cashew Nut
Hotel Shangri-La Jakarta
Bahan:
600 g dark couverture chocolate 70%
750 g gula pasir
10 butir telur ayam
750 g mentega tawar, aduk hingga lembut
300 g kacang mete panggang
200 g milk couverture chocolate 40%
Ayak jadi satu:
350 g tepung terigu
10 g baking powder

Cara membuat:
* Siapkan loyang datar ukuran 40x60 cm atau ukuran lainnya. Alasi kertas roti, semir mentega.
* Tim cokelat hingga leleh. Angkat dan sisihkan.
* Kocok gula dan telur hingga gula larut.
* Tuang adonan telur ke dalam cokelat leleh, aduk hingga rata.
* Masukkan campuran tepung , aduk hingga rata.
* Tambahkan mentega yang sudah lembut, aduk hingga menjadi adonan yang kental.
* Tambahkan kacang mete dan cokelat, aduk rata.
* Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan.
* Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit atau hingga permukaan cake kering.
* Angkat dan dinginkan.
* Potong-potong, sajikan.

Untuk 1 loyang
Resep: Detik

Double Choco Brownies
Bahan:
125 g dark cooking chocolate, cincang
125 g mentega tawar
200 g gula pasir
2 butir telur ayam
Ayak jadi satu:
150 g tepung terigu
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
Taburan: 100 g dark cooking chocolate, cincang

Cara membuat:
* Siapkan loyang segi empat 20 cm, semir mentega dan taburi tepung terigu.
* Tim cokelat dan mentega hingga leleh. Angkat.
* Selagi hangat, masukkan gula, aduk hingga larut.
* Masukkan campuran tepung terigu, aduk rata.
* Tuang ke dalam loyang, ratakan. Taburi cokelat cincang.
* Panggang dalam oven panas 180C selama 45 menit.
* Angkat, dinginkan. Potong-potong, sajikan.

Untuk 25 potong
Resep: Detik

Brownies Dua Cokelat

Sumber: Majalah Femina

Mocha Square Brownies
Bahan:
250 g mentega tawar
200 g gula pasir halus
4 butir telur ayam
2 sdm air kopi kental
Ayak jadi satu:
225 g tepung terigu
25 g cokelat bubuk
1 sdt baking powder
1/4 sdt garam
Taburan: 100 g white chocolate (cokelat putih), potong-potong

Cara membuat:
* Siapkan loyang segi empat 22 cm, semir mentega dan taburi tepung terigu.
* Kook mentega dan gula hingga lembut.
* Tambahkan telur satu per satu sambil kocok hingga tercampur rata.
* Tuangkan air kopi, aduk rata.
* Tambahkan campuran tepung, aduk rata. Taburi cokelat putih.
* Panggang dalam oven panas 180 C selama 45 menit hingga matang.
* Angkat, dinginkan. Potong-potong. Sajikan.

Untuk 25 Potong
Resep: Detik

Friday, September 17, 2010

Chocolate in a Cup

Cake Cokelat Kukus
Resep: Majalah Femina
Chocolate Cupcake
Bahan:
Cupcake:
150 g mentega
150 g gula pasir halus
3 butir telur ayam

Ayak jadi satu:
175 g tepung terigu
2 sdm cokelat bubuk
½ sdt baking powder
½ soda kue
1 sdt vanili bubuk

Olesan:
150 ml krim segar
150 g dark cooking chocolate,potong-potong
Hiasan: Cokelat serut

Cara membuat:
Cupcake:
* Kocok mentega dan gula hingga lembut.
* Masukkan telur ayam satu per satu sambil kocok terus hingga lembut dan rata.
* Masukkan campuran terigu,aduk rata.
* Tuang ke dalam mangkuk kertas, ratakan.
* Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit hingga mengembang dan matang.
* Angkat dan dinginkan.
Olesan:
* Didihkan krim, tuang ke dalam cokelat, aduk hingga cokelat leleh.
* Aduk-aduk hingga kental.
Penyelesaian: Hiasi cupcake dengan bahan olesan dan hiasan.

Untuk 8 buah
Resep: Detik


Double Choco Cupcake
Bahan:
90 g cokelat bubuk
200 g tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1 sdt vanili bubuk
1 sdt soda kue
300 g gula pasir
2 butir telur ayam
150 ml krim segar/whipping cream
100 ml air hangat
3 sdm minyak sayur
Topping:
200 g dark cooking chocolate, potong kecil
100 ml krim segar/whipping cream
Hiasan gula warna-warni


Cara membuat:
* Ayak jadi satu cokelat bubuk, tepung terigu, bakingpowder, soda kue dan vanili.
* Taruh di dalam mangkuk sedang.
* Tambahkan telur, krim, air dan minyak sayur.
* Aduk dengan kocokan kawat hingga tercampur rata.
* Tuang ke dalam mangkuk-mangkuk kertas hingga 3/4 tinggi mangkuk.
* Panggang di dalam oven panas selama 30 menit hingga mengembang dan matang.
* Angkat dan dinginkan.
Topping:
* Lelehkan cokelat, aduk dengan krim hingga kental.
* Olesi permukaan cake dengan adonan cokelat.
* Beri hiasan gula warna sesuai selera.

Untuk 8 buah
Resep: Detik

Choco Chips Cupcake (1)
Bahan:
100 g mentega tawar
175 g gula pasir
150 ml susu cair
1 sdt vanila extract
3 butir telur ayam, pisahkan kuning dan putihnya.
150 g chocolate chips
Ayak jadi satu:
225 g tepung terigu
2 sdt baking powder

Cara membuat:
* Kocok mentega dan gula hingga lembut.
* Masukkan susu, vanuli dan kuning telur. Kocok hingga rata.
* Masukkan tepung terigu, aduk hingga rata.
* Tambahkan putih telur kocok, aduk hingga rata.
* Tambahkan chocolate chips, aduk rata.
* Tuang ke dalam mangkuk kertas.
* Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit.
* Angkat, dinginkan.

Untuk 12 buah
Resep: Detik

Chocolate Chips Cupcake (2)
Bahan:
125 g mentega
100 g gula pasir
50 g gula palem
150 ml susu segar
2 butir telur ayam
100 g kacang mete, cincang
125 g dark cooking chocolate, cincang

Ayak:
260 g tepung terigu self-raising
4 sdm tepung terigu
1 sdt baking powder
3 sdm cokelat bubuk

Cara membuat:
# Tim mentega, gula pasir dan gula palem hingga leleh dan gula larut. Sisihkan hingga agak dingin.
# Campur susu dan telur hingga rata. Sisihkan.
# Taruh campuran terigu dalam mangkuk.
# Tambahkan kacnag mete dan cokelat, aduk rata. Buat lubang di tengahnya.
# Masukkan campuran susu telur dan larutan mentega. Aduk hingga rata. (Jangan mengaduk terlalu kencang karena adonan akan menjadi bantat).
# Tuang ke dalam loyang muffin yang sudah dialasi mangkuk kertas.
# Panggang dalam oven panas bersuhu 180 C selama 30 menit.
# Angkat, dinginkan.

Untuk 18 buah
Resep: Detik (dev)

Chocolate Muffin
Bahan:
100 g chocolate chips
125 g gula pasir
2 butir telur ayam
300 ml susu segar
60 ml minyak sayur
Ayak jadi satu:
50 g cokelat bubuk
280 g tepung terigu
2 sdt soda kue
1 sdt vanili bubuk
½ sdt garam

Cara membuat:
* Aduk campuran terigu dengan gula dan sebagian chocolate chips.
* Campur telur, susu dan minyak, aduk hingga rata.
* Tuang ke dalam campuran terigu, aduk hingga rata.
* Tuang adonan ke dalam cetakan muffin. Ratakan.
* Taburi dengan chocolate chips.
* Panggang dalam oven panas selama 20 menit hingga matang.
* Angkat dan dinginkan.

Untuk 12 buah

Resep: Detik (eka / Odi)

Brownies Cupcakes
Bahan:
225 g mentega
180 g cokelat dark, potong-potong
150 g gula pasir
3 butir telur ayam

Ayak jadi satu:
210 g tepung terigu
1 sdt baking powder
½ sdt vanili bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:
* Tim mentega dan cokelat hingga leleh. Sisihkan.
* Kocok gula dan cokelat leleh hingga rata.
* Masukkan telur satu per satu sambil aduk hingga rata.
* Tambahkan campuran terigu, aduk hingga rata.
* Tuang ke dalam mangkuk-mangkuk kertas.
* Panggang dalam oven panas selama 40 menit hingga matang.
* Angkat, dinginkan. Beri Olesan dan hiasan sesai selera.

Untuk 12 buah
Resep: Detik (eka/Odi)

Brownies Pudding
Bahan: 
200 g dark cooking chocolate, cincang
120 g mentega tawar
4 butir telur ayam
200 g gula pasir
1 sdt rhum baker, jika suka

Ayak jadi satu: 
75 g tepung terigu
1/2 sdt baking powder
10 g cokelat bubuk

Pelengkap: 
Krim kocok
Cokelat serut

Cara membuat: 
# Tim cokelat dan mentega hingga leleh. Angkat, biarkan hingga agak dingin.
# Kocok telur hingga berbuih, tambahkan gula sedikit-sedikit sambil kocok hingga pucat dan kental.
# Masukkan larutan cokelat, aduk hingga rata.
# Tambahkan campuran terigu, aduk rata.
# Tuang ke dalam 8 buah mangkuk kecil yang sudah disemir mentega.
# Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit.
# Angkat, biarkan hingga agak dingin.
# Beri Pelengkapnya. Sajikan segera.

Untuk 8 buah

Resep: Detik (dev)