TRILOGI PUTRI SCHOOLAHOLIC
3 novel berisi tips & trik bersekolah di Indonesia & Singapura. Perjalanan kehidupan Putri Schoolaholic yang dikelilingi para pangeran di antara Jakarta, Singapura & Seoul...
Blog ini adalah tempat Yunisa berbagi ide-ide di balik penulisan Schoolaholic Princess termasuk belajar lebih banyak tentang Korea (termasuk jalan-jalan ke Korea)
------------------------------------------------------------------------------------------
Search This Blog - Cari di Blog ini
The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta
Tuesday, November 9, 2010
Tuesday, September 7, 2010
Surprise! Ibunda Dr Kathryn suka Schoolaholic Princess lhoo
Eh, berita baik. Ternyata mamiku suka lho Schoolaholic itu! padahal aku gak cerita apa-apa. Aku lihat aja dia baca yang pertama, lalu yang kedua. Trus aku mancing tanya, "Itu bukan cerita ABG, Mi?""Iya," katanya, "Enak tapi... Mami jadi nostalgia."Yah sudah aku diemin, kelar baca yang ke-2.
(sambungan cerita ada di Memory and Destiny)"enakan baca si Princess deh ... seru."
Gituuuu! busyeet ...aku gak nyangka juga dia suka cerita anak sekolah hahahahaa.
Monday, August 24, 2009
Resensi Romansa Singapura

Pengarang : Yunisa KD
Penerbit : Sheila
Tahun : 2008
Genre : Teenlit
Tebal : 182 Halaman
ISBN : 978-979-29-0322-5
Masih ingat dengan Nana Sutedja alias Putri Nana yang menjadi bintang sekolah di Sekolah Bintang Emas? Pada bagian akhir fiksi Schoolaholic Princess 1 diceritakan jika Putri Nana masuk dalam semifinal pemilihan covergirl karena aksi teman-temannya.
Ternyata Putri Nana mengikuti pemilihan covergirl itu dan harus terbang ke Singapura untuk mengikuti karantina. Masa-masa karantina di Singapura menjadi masa yang tak terlupakan bagi Putri Nana. Pada Schoolaholic Princess 2; Romansa Singapura kisah cinta Putri Nana dengan pangeran impian dimulai.
Nana Sutedja, tetaplah Putri Nana sang Bintang Kelas. Kecerdasan yang dimilikinya mengantar dia melanjutkan SMA di Singapura. Singapura menjadi tempat yang sempurna buat Putri Nana. Masa depan sekolahnya ada di Singapura. Masa depan cintanya juga ada di Singapura.
Tanpa sengaja Putri Nana berkenalan dengan seorang pangeran yang mirip dengan Ryu Akira, tokoh komik pujaannya. Pangeran ini mengisi hati Nana. Singapura menjadi saksi kisah cinta Putri Nana dan pangeran impiannya. Siapakah pangeran impian itu? Lalu bagaimana dengan sahabat-sahabatnya di SMP yang menunggu jawaban cinta dari Putri Nana? Lengkapi jawabannya dalam kisah ke-2 kali ini di Romansa Singapura! (Paska)
Saturday, August 15, 2009
Review Romansa Singapura
15 Agustus 2009
Judul Buku : Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura ~ Penulis : Yunisa KD ~ Penerbit : Sheila (Penerbit Andi) ~ Tahun terbit : Oktober, 2008 ~ Jenis : Teenlith ~ Tebal : 182 halaman ~ ISBN : 978-979-29-0322-5
____________________________________________
Masih ingat dengan Nana Sutedja alias Putri Nana yang menjadi bintang sekolah di Sekolah Bintang Emas? Pada bagian akhir fiksi Schoolaholic Princess 1 diceritakan jika Putri Nana masuk dalam semifinal pemilihan covergirl karena aksi teman-temannya.
Ternyata Putri Nana mengikuti pemilihan covergirl itu dan harus terbang ke Singapura untuk mengikuti karantina. Masa-masa karantina di Singapura menjadi masa yang tak terlupakan bagi Putri Nana. Pada Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura kisah cinta Putri Nana dengan pangeran impian dimulai.
Nana Sutedja, tetaplah Putri Nana sang Bintang Kelas. Kecerdasan yang dimilikinya mengantar dia melanjutkan SMA di Singapura. Singapura menjadi tempat yang sempurna buat Putri Nana. Masa depan sekolahnya ada di Singapura. Masa depan cintanya juga ada di Singapura.
Tanpa sengaja Putri Nana berkenalan dengan seorang pangeran yang mirip dengan Ryu Akira, tokoh komik pujaannya. Pangeran ini mengisi hati Nana. Singapura menjadi saksi kisah cinta Putri Nana dan pangeran impiannya. Siapakah pangeran impian itu? Lalu bagaimana dengan sahabat-sahabatnya di SMP yang menunggu jawaban cinta dari Putri Nana? Baca saja kisahnya dalam Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura!
Friday, August 14, 2009
Resensi The Miracle Boys (2)

Judul : Schoolaholic Princess 1; The Miracle Boys
Penulis : Yunisa KD
Penerbit : Sheila
Tahun : 2008
Genre : Teenlit
Tebal : 182 Halaman
ISBN : 978-979-29-0321-8
Siswi SMP, bintang sekolah, cantik, cerdas, pintar, langganan ikut lomba mewakili sekolah saat SMP, mudah bergaul, bukan kutu buku, tapi kadang agak sedikit jail, itulah serentetan karakter Nana Sutedja. Nana adalah tokoh utama dalam fiksi ini.
Nana bersama dua orang temanya yang kembar, Yosef dan Deni, sering sekali mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai lomba atau olimpiade. Tidak tanggung-tanggung, mereka selalu mendapat kedudukan teratas dalam setiap lomba.
Kecerdasan Nana, membuatnya memiliki banyak teman dan tidak sedikit yang akhirnya jatuh cinta pada Nana.
Nana memang pintar tapi kejailannya membuat beberapa guru kurang suka pada Nana. Nana mempunyai kebiasaan mengganti nama-nama guru, misalnya Bu Kinarsih menjadi Bu Kiki, Pak Mujimin menjadi Pak Jimmy, dan sebagainya.
Ada yang unik dalam penokohan fiksi ini. Yunisa KD menggunakan penokohan dan latar karakter ala kerajaan. Tokoh Nana misalnya, dipanggil Putri Nana, tokoh Yosef dipanggil pangeran Yosef, Pak Jimmy dipanggil Raja Jimmy. Sedangkan untuk setting setiap kelasnya menggunakan istilah istana, misalnya untuk kelas 1B disebut istana 1B.
Dengan penokohan dan setting ala kerajaan, fiksi ini menjadi lebih berbeda dengan fiksi lainnya. Banyak juga kejutan-kejutan para tokoh untuk tokoh utama yang menjadikan kisah semakin menarik. Kejutan yang paling menghebohkan adalah ketika teman-teman Putri Nana, mengikutsertakannya dalam pemilihan covergirl, dan ternyata Putri Nana masuk dalam semifinal. Apa yang terjadi dengan Putri Nana selanjutnya? Apakah dia ikut serta dalam semifinal covergirl itu, atau malah menolaknya? Jawabannya bisa disimak di dalam fiksi ini. (Paska)
Resensi The Miracle Boys (1)
Judul Buku : Schoolaholic Princess 1: The Miracle Boys ~ Penulis : Yunisa KD ~ Penerbit : Sheila (Penerbit Andi) ~ Tahun terbit : Oktober, 2008 ~ Jenis : Teenlith ~ Tebal : 182 halaman ~ ISBN : 978-979-29-0321-8
______________________________________
Siswi SMP, bintang sekolah, cantik, cerdas, pintar, langganan ikut lomba mewakili sekolah saat SMP, mudah bergaul, bukan kutu buku, tapi kadang agak sedikit jail, itu karakter Nana Sutedja. Nana adalah tokoh utama dalam fiksi ini.
Nana bersama dua orang temanya yang kembar, Yosef dan Deni, sering sekali mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai lomba atau olimpiade. Tidak tanggung-tanggung, mereka selalu mendapat kedudukan teratas dalam setiap lomba.
Kecerdasan Nana, membuatnya memiliki banyak teman dan tidak sedikit yang akhirnya jatuh cinta pada Nana.
Nana memang pintar tapi kejailannya membuat beberapa guru kurang suka pada Nana. Nana mempunyai kebiasaan mengganti nama-nama guru, misalnya Bu Kinarsih menjadi Bu Kiki, Pak Mujimin menjadi Pak Jimmy, dan sebagainya.
Ada yang unik dalam penokohan fiksi ini. Yunisa KD menggunakan penokohan dan setting ala kerajaan. Tokoh Nana misalnya, dipanggil Putri Nana, tokoh Yosef dipanggil pangeran Yosef, Pak Jimmy dipanggil Raja Jimmy. Sedangkan untuk setting-nya menggunakan istilah setting istana, misalnya untuk kelas 1B disebut istana 1B.
Dengan penokohan dan setting ala kerajaan, fiksi ini menjadi lebih berbeda dengan fiksi lainnya. Banyak juga kejutan-kejutan para tokoh untuk tokoh utama yang menjadikan kisah semakin menarik. Kejutan yang paling menghebohkan adalah ketika teman-teman Putri Nana, mengikutsertakannya dalam pemilihan covergirl, dan ternyata Putri Nana masuk dalam semifinal. Apa yang terjadi dengan Putri Nana? Apakah dia ikut serta dalam semifinal covergirl itu? Atau dia menolaknya? Temukan jawabannya dalam fiksi ini.
Baca juga di wisata-buku
Friday, February 6, 2009
Ternyata adult juga suka ini trilogi :)
"aku dah baca novel kamu yang tiga jilid itu...jadi ingat jaman sekolah dulu apalagi lomba minat bacanya itu aku juga pernah ikutan tuh..btw sebagian dari jalan ceritanya pasti pengalaman pribadi kamu khan...kecuali jaman kuliahnya aja gak, hehe...bagus kok ceritanya serasa baca diari hehehe...novel yang satu lagi dah terbit belum?"
Wednesday, January 14, 2009
Apa kata orang tua tentang trilogi Schoolaholic Princess
Dugaan saya terbukti ketika bayar upeti ke Dr Dede SS ("secara" dia kan yang encourage saya agar menulis, makanya saya jadi novelis sekarang ini, jadi pasti dapet autographed copies -- walau mestinya gak dia baca haha).
Suatu siang, beberapa hari sebelum Natal 2008 di Singapura
*bla bla* pokoknya as usual, beliau murah hati mengeluarkan kata-kata pujian tentang novels yang berhasil terbit. Padahal menurut saya, I don't deserve such praises.
"Ah, kalau dokter nggak encourage saya, I won't be writing novels," Yunisa menyahut, merasa tidak layak menerima pujian soal novels. Kan my novels belum go international... Rencana tahun ini kembali bersemangat membuka jalan agar bisa go international (maksudnya terbit edisi English)...
"No, no, I think you should keep writing!" balas Dr Dede.
Lalu dengan penasaran dilihatnya 3 buku Schoolaholic Princess ini: The Miracle Boys, Romansa Singapura, dan Simfoni Cinta -- dengan pandangan terkagum-kagum (nggak ding, maksudnya dengan mata berbinar-binar, mungkin masih tidak percaya bahwa kata-kata baik yang ditulisnya di e-mail bulan Oct 2004 telah membuahkan 5 novels so far).
"Jadi yang beli ini anak-anak (sekolahan)?" tanyanya spontan.
"Bukan anak-anak!" protes Yunisa, sedikit merasa tersinggung kenapa Schoolaholic Princess trilogy dianggap buku anak-anak oleh dokter tsb (ybs)- mungkin karena cover-nya yang catchy ala komik manga. "Ini buat remaja," buru-buru Yunisa menjelaskan.
Tentu saja remaja tidak mau dibilang anak-anak oleh orang dewasa. Status "REMAJA" itu kan spesial hehe ^_^
Hehe, begitulah sekelumit kejadian pertama yang membuat Yunisa semakin yakin, para orang tua (40+++) tidak terlalu antusias membaca Schoolaholic Princess... kecuali yang berjiwa sangat muda ^_^
...yg 3 lainnya bhs gaul sekali ya...seger deh kelihatannya...ntar saya tanya2 kl gak ngerti maksudnya ya... Baru baca pra-katanya doang. -- Avy, Canada
LOL, padahal Schoolaholic Princess ini secara sadar tidak memakai gue-elu karena saya tidak suka bahasa gue-elu. Kalau yang begini aja dianggap gaul, padahal ini cuma "semi gaul"... I have nothing more to say ^_^ maksudku, udah deh, para bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak remaja lagi -- nanti kalau Schoolaholic Princess dibuat serial or film, baru deh... silakan membaca HAHAHA
