TRILOGI PUTRI SCHOOLAHOLIC
-------------------------------------------------------------------------------------------
3 novel berisi tips & trik bersekolah di Indonesia & Singapura. Perjalanan kehidupan Putri Schoolaholic yang dikelilingi para pangeran di antara Jakarta, Singapura & Seoul...
Blog ini adalah tempat Yunisa berbagi ide-ide di balik penulisan Schoolaholic Princess termasuk belajar lebih banyak tentang Korea (termasuk jalan-jalan ke Korea)
------------------------------------------------------------------------------------------
3 novel berisi tips & trik bersekolah di Indonesia & Singapura. Perjalanan kehidupan Putri Schoolaholic yang dikelilingi para pangeran di antara Jakarta, Singapura & Seoul...
Blog ini adalah tempat Yunisa berbagi ide-ide di balik penulisan Schoolaholic Princess termasuk belajar lebih banyak tentang Korea (termasuk jalan-jalan ke Korea)
------------------------------------------------------------------------------------------
Search This Blog - Cari di Blog ini
The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta
Wednesday, March 4, 2009
Tuesday, March 3, 2009
Schoolaholic Princess Talkshow (by Josh Chen)
e-mail dikirim tgl 26 Feb 2009 dan 16 Feb 2009 - tapi Yunisa lagi kumat malasnya, so baru diupload sekarang. Gomen-nasai! Special thanks to Suhu JC + nyonya yang menemani meliput acara ini.
----------------------------------------
Yuhuuuuu....ini yaaaa....kurang panjang gak? Kalo ada yang kurang pas, edit wae yaaaa....
----------------------------------------
teks dan foto oleh Josh-Chen - Global Citizen
Beberapa hari menjelang Sincia 2009, ada 1 e-mail menerobos masuk ke mailbox’ku...katanya: “jangan lupa tanggal 24”.
Ada apa tanggal 24 Januari yang baru lewat? Ternyata Yunisa, penulis novel-novel remaja akan mengadakan Talkshow di Serpong. Tidak tahu pengaturan ini memang karena usulku dulu untuk promo novel di dekat-dekat sini supaya gampang diliput tidak terlalu jauh, atau memang pengaturan dengan Gramedia seperti itu....hehehe....
Toh akhirnya aku datang sedikit terlambat di hari itu, telat sedikitnya 10 menit, dan ternyata acara sudah dimulai....setting tempat tepat di depan pintu masuk Gramedia WTC Serpong, dengan beberapa kursi, sound system yang cukup ok, serta beberapa penggemar atau pembaca sudah nampak duduk di sana. Yunisa dengan setelan warna coklat muda, sepatu boot kesukaannya serta kombinasi (entah apa itu..hehehe...lha gak tau namanya) semacam bawahan warna hijau dengan motif kotak-kotak, berpadu serasi dan apik menunjang penampilannya hari itu.
Acara berlangsung lancar, tanya jawab dari pengunjung silih berganti dan dijawab dengan tangkas, tegas, tangkas dan ramah. Antusiasme dari pembaca, penggemar dan pengunjung tampak intens. Dari pertanyaan simple seperti “apakah itu penggambaran pengalaman pribadi?” sampai dengan pertanyaan “apakah ada pesan khusus menyampaikan agama tertentu dalam novel tsb” mengalir, dan dijawab semua dengan pas oleh Yunisa.
Intinya, Yunisa menyebutkan bahwa trilogi Schoolaholic Princess ini adalah gambaran dari kehidupan pribadi di masa sekolah yang sudah dikembangkan dengan imajinasi sebagai penulis. International experiences dan international exposure membuat Yunisa memaparkan tuntas dan lugas baik pengalaman pribadi di masa sekolah, sampai pengalaman ke beberapa negara baik karena tugas kantor, liburan atau sekedar melongok kota ‘khayalan’ yang jadi kota nyata di novel pertamanya, kota Yokohama. Pesannya: “penyampaian pesan moral bisa disampaikan dalam bentuk apa saja”
Sementara pemandu acara membawakan dan memandu acara dengan apik, di latar belakang tampak pemain keyboard mengiringi acara dengan lagu slow yang sayup-sayup menerobos dari speaker di sana.
Acara berjalan sekitar 50 menit dan ditutup dengan acara tanda tangan dari beberapa pembeli novel, foto bersama dengan pemandu acara dan selesailah acara talkshow yang menarik ini.
Bagaimana isi buku tsb? Silakan berburu dan cari di Gramedia yaaaa....(soalnya peliput juga belum baca, plus gak dapet dari penulis...hiks....)
Nah, sekarang peliput malah penasaran, kenapa judul buku pertama dari Trilogi ini dengan bahasa Inggris, sementara 2 buku lainnya judulnya dengan bahasa Indonesia.......
-------------
Jawaban Yunisa: kok pertanyaan persis salah satu pertanyaan dari Pak Chris dari penerbit KOMPAS sih? hehehe... Judul asli semua dalam Bahasa Indonesia, tapi oleh Penerbit Andi, buku pertama judulnya diganti The Miracle Boys karena memang tokoh utama cowok yang dominan adalah si kembar itu...
Labels:
bedah buku
Subscribe to:
Posts (Atom)


