TRILOGI PUTRI SCHOOLAHOLIC

-------------------------------------------------------------------------------------------
3 novel berisi tips & trik bersekolah di Indonesia & Singapura. Perjalanan kehidupan Putri Schoolaholic yang dikelilingi para pangeran di antara Jakarta, Singapura & Seoul...

Blog ini adalah tempat Yunisa berbagi ide-ide di balik penulisan Schoolaholic Princess termasuk belajar lebih banyak tentang Korea (termasuk jalan-jalan ke Korea)
------------------------------------------------------------------------------------------

Search This Blog - Cari di Blog ini


The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta
Showing posts with label dream. Show all posts
Showing posts with label dream. Show all posts

Friday, September 4, 2009

Mini dolls for Schoolaholic scenes

Oh well, too bad the real dolls are expensive. So here are some pictures for the scenes in Schoolaholic Princess.

Both Nana and Phil are Pisces - faces do not match, not good looking enough

Actually, my sister first saw this figurine in our family doctor's office (taller version, should be 30 cm instead of this 13 cm), with his handsome young version face (LOL). And then we talked about that doll (so cool if you are a doctor). And we find that actually the doll is now available in Singapore. You can order it (but quite expensive - sigh). Well, both Nana and Phil are doctors - so they can have this doll with their face.

In graduation gown



This one resembles the closeness of Phil's parents...



This one should be replaced with Nana and Phil's faces
Oh well, if Schoolaholic is filmed, I would create merchandise using these types of figurines!

Wednesday, January 14, 2009

Apa kata orang tua tentang trilogi Schoolaholic Princess

Hmm, hmm, sebenernya inilah penyebab mengapa saya rada malas membagi novels ini ke kalangan orang tua (baca: 35 tahun ke atas or 40+++). Beda genre, mereka udah nggak bisa "relate" ke pengalaman remaja... lain dengan saya yang memang bisa "relate" ke semua usia hahaha

Dugaan saya terbukti ketika bayar upeti ke Dr Dede SS ("secara" dia kan yang encourage saya agar menulis, makanya saya jadi novelis sekarang ini, jadi pasti dapet autographed copies -- walau mestinya gak dia baca haha).

Suatu siang, beberapa hari sebelum Natal 2008 di Singapura
*bla bla* pokoknya as usual, beliau murah hati mengeluarkan kata-kata pujian tentang novels yang berhasil terbit. Padahal menurut saya, I don't deserve such praises.

"Ah, kalau dokter nggak encourage saya, I won't be writing novels," Yunisa menyahut, merasa tidak layak menerima pujian soal novels. Kan my novels belum go international... Rencana tahun ini kembali bersemangat membuka jalan agar bisa go international (maksudnya terbit edisi English)...

"No, no, I think you should keep writing!" balas Dr Dede.

Lalu dengan penasaran dilihatnya 3 buku Schoolaholic Princess ini: The Miracle Boys, Romansa Singapura, dan Simfoni Cinta -- dengan pandangan terkagum-kagum (nggak ding, maksudnya dengan mata berbinar-binar, mungkin masih tidak percaya bahwa kata-kata baik yang ditulisnya di e-mail bulan Oct 2004 telah membuahkan 5 novels so far).

"Jadi yang beli ini anak-anak (sekolahan)?" tanyanya spontan.

"Bukan anak-anak!" protes Yunisa, sedikit merasa tersinggung kenapa Schoolaholic Princess trilogy dianggap buku anak-anak oleh dokter tsb (ybs)- mungkin karena cover-nya yang catchy ala komik manga. "Ini buat remaja," buru-buru Yunisa menjelaskan.

Tentu saja remaja tidak mau dibilang anak-anak oleh orang dewasa. Status "REMAJA" itu kan spesial hehe ^_^

Hehe, begitulah sekelumit kejadian pertama yang membuat Yunisa semakin yakin, para orang tua (40+++) tidak terlalu antusias membaca Schoolaholic Princess... kecuali yang berjiwa sangat muda ^_^

Hari ini, Rabu pagi waktu Singapura (entah jam berapa waktu Kanada)
...yg 3 lainnya bhs gaul sekali ya...seger deh kelihatannya...ntar saya tanya2 kl gak ngerti maksudnya ya... Baru baca pra-katanya doang. -- Avy, Canada

LOL, padahal Schoolaholic Princess ini secara sadar tidak memakai gue-elu karena saya tidak suka bahasa gue-elu. Kalau yang begini aja dianggap gaul, padahal ini cuma "semi gaul"... I have nothing more to say ^_^ maksudku, udah deh, para bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak remaja lagi -- nanti kalau Schoolaholic Princess dibuat serial or film, baru deh... silakan membaca HAHAHA

Thursday, January 17, 2008

Mimpi. I'm dreaming...

I was chatting with Suhu JC (Josh Chen, from KoKi) -- and I told him I enjoyed this moment in my office -- after being so busy for months.
JC: Suhu Cilik lagi ngapain?
Yunisa: Translate novel, mau aku ikutin lomba MAN Literary. Tahun lalu dikomentari kok semua tokohnya cinta pada pandangan pertama...
JC: hahahha
Yunisa: kan ditulis biar bisa difilmkan (I wrote my novels for getting them filmed)
JC: imajinasi tinggi (high imagination)
Yunisa: harus mimpi dulu dong... (dreaming is a must)
Then I told him a childhood story when I told my father that I will go to the US with my sister (that time I only had 1 sister). And now, it had become a reality. So my father was amazed, still could not believe that I indeed went to the US with that sister.

Oh yeah, the reason I am translating Heart Actually instead of Schoolaholic is because the market for Heart Actually is more into "older adults" and not "teens" and the Asian values (read: Indonesian values) are more apparent (more serious haha) in Heart Actually. Sydney Pelabuhan Darling seems not really Asian (coz of the background). Memory & Destiny has not been sold out to a publisher (and the 2nd installment is still in progress).

So I believe in God's miracle that this Schoolaholic will be a TV series someday in the future... What I need is just have a little faith and find a producer :D Producer, producer, where are you?

BTW, thanks to Leo Santana -- he helped me to deliver (either by post or by hand) the corrected layout manuscripts back to the publisher.