TRILOGI PUTRI SCHOOLAHOLIC

-------------------------------------------------------------------------------------------
3 novel berisi tips & trik bersekolah di Indonesia & Singapura. Perjalanan kehidupan Putri Schoolaholic yang dikelilingi para pangeran di antara Jakarta, Singapura & Seoul...

Blog ini adalah tempat Yunisa berbagi ide-ide di balik penulisan Schoolaholic Princess termasuk belajar lebih banyak tentang Korea (termasuk jalan-jalan ke Korea)
------------------------------------------------------------------------------------------

Search This Blog - Cari di Blog ini


The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta

Tuesday, May 19, 2009

Schoolaholic Princess lengkap di Book.Store.Co.Id

Lumayan, ada satu toko buku online yang koleksi Schoolaholic Princess Trilogy nya lengkap. Namanya Book.Store.co.id


Schoolaholic Princess 1: The Miracle Boys di Book Store Co Id

Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura di Book Store Co Id

Schoolaholic Princess 3: Simfoni Cinta di Book Store Co Id

Friday, April 17, 2009

Hmm...

It's nice to receive positive feedbacks through Facebook mostly - that Schoolaholic Princess has inspired many young girls and even married women also enjoyed reading them... ^_^

It feels good that I am doing my part - to motivate my readers - that is why I am writing.

Thank God, terima kasih pembaca!

Greetings from Cupertino, California, USA

Wednesday, March 4, 2009

Brosur Schoolaholic ala Pekanbaru & Serpong

Pekanbaru - hitam putih di atas kertas kuning

Serpong - profesional berwarna ^_^

Tuesday, March 3, 2009

Schoolaholic Princess Talkshow (by Josh Chen)



e-mail dikirim tgl 26 Feb 2009 dan 16 Feb 2009 - tapi Yunisa lagi kumat malasnya, so baru diupload sekarang. Gomen-nasai! Special thanks to Suhu JC + nyonya yang menemani meliput acara ini.
----------------------------------------
Yuhuuuuu....ini yaaaa....kurang panjang gak? Kalo ada yang kurang pas, edit wae yaaaa....
----------------------------------------
Inilah tampang kucel abis terbang dari Pekanbaru dan tersesat 3 jam di Jakarta!!!
Penonton dan penanya

Moderator menulis pertanyaan, saya menjawab

Spanduk atas



Penanya lain



Schoolaholic Princess Trilogy dipajang

Banner

Menjawab pertanyaan

Tanda tangan

Berpose bersama moderator

teks dan foto oleh Josh-Chen - Global Citizen

Beberapa hari menjelang Sincia 2009, ada 1 e-mail menerobos masuk ke mailbox’ku...katanya: “jangan lupa tanggal 24”.

Ada apa tanggal 24 Januari yang baru lewat? Ternyata Yunisa, penulis novel-novel remaja akan mengadakan Talkshow di Serpong. Tidak tahu pengaturan ini memang karena usulku dulu untuk promo novel di dekat-dekat sini supaya gampang diliput tidak terlalu jauh, atau memang pengaturan dengan Gramedia seperti itu....hehehe....

Toh akhirnya aku datang sedikit terlambat di hari itu, telat sedikitnya 10 menit, dan ternyata acara sudah dimulai....setting tempat tepat di depan pintu masuk Gramedia WTC Serpong, dengan beberapa kursi, sound system yang cukup ok, serta beberapa penggemar atau pembaca sudah nampak duduk di sana. Yunisa dengan setelan warna coklat muda, sepatu boot kesukaannya serta kombinasi (entah apa itu..hehehe...lha gak tau namanya) semacam bawahan warna hijau dengan motif kotak-kotak, berpadu serasi dan apik menunjang penampilannya hari itu.

Acara berlangsung lancar, tanya jawab dari pengunjung silih berganti dan dijawab dengan tangkas, tegas, tangkas dan ramah. Antusiasme dari pembaca, penggemar dan pengunjung tampak intens. Dari pertanyaan simple seperti “apakah itu penggambaran pengalaman pribadi?” sampai dengan pertanyaan “apakah ada pesan khusus menyampaikan agama tertentu dalam novel tsb” mengalir, dan dijawab semua dengan pas oleh Yunisa.

Intinya, Yunisa menyebutkan bahwa trilogi Schoolaholic Princess ini adalah gambaran dari kehidupan pribadi di masa sekolah yang sudah dikembangkan dengan imajinasi sebagai penulis. International experiences dan international exposure membuat Yunisa memaparkan tuntas dan lugas baik pengalaman pribadi di masa sekolah, sampai pengalaman ke beberapa negara baik karena tugas kantor, liburan atau sekedar melongok kota ‘khayalan’ yang jadi kota nyata di novel pertamanya, kota Yokohama. Pesannya: “penyampaian pesan moral bisa disampaikan dalam bentuk apa saja”

Sementara pemandu acara membawakan dan memandu acara dengan apik, di latar belakang tampak pemain keyboard mengiringi acara dengan lagu slow yang sayup-sayup menerobos dari speaker di sana.

Acara berjalan sekitar 50 menit dan ditutup dengan acara tanda tangan dari beberapa pembeli novel, foto bersama dengan pemandu acara dan selesailah acara talkshow yang menarik ini.

Bagaimana isi buku tsb? Silakan berburu dan cari di Gramedia yaaaa....(soalnya peliput juga belum baca, plus gak dapet dari penulis...hiks....)

Nah, sekarang peliput malah penasaran, kenapa judul buku pertama dari Trilogi ini dengan bahasa Inggris, sementara 2 buku lainnya judulnya dengan bahasa Indonesia.......
-------------
Jawaban Yunisa: kok pertanyaan persis salah satu pertanyaan dari Pak Chris dari penerbit KOMPAS sih? hehehe... Judul asli semua dalam Bahasa Indonesia, tapi oleh Penerbit Andi, buku pertama judulnya diganti The Miracle Boys karena memang tokoh utama cowok yang dominan adalah si kembar itu...

Wednesday, February 25, 2009

Yunisa di Radio Aditya FM, Pekanbaru - slide show


Date: 23 Januari 2009
Bersama Robby - yang dulu interview di Morning Show bareng Nadine.

Saturday, February 21, 2009

Schoolaholic Princess 2: Jawa Pos 12 Jan 09


I know, I know udah telat... kapan hari google udah nemu ini, tapi lupa masukin saking pikunnya hiksss...

Anyway, aneh juga, masa yang masuk cuma Romansa Singapura sih???

Sunday, February 15, 2009

Bling-bling cell phones

Over the weekend, my sis Riana and I have spent time to decorate both of my cell phones: Palm Treo 680 and LG Viewty. One is for my Indonesia cell number, one is for my Singapore cell. I put Schoolaholic Princess logo to mark that these two handphones belong to me - in case my lil sis planned to "take" my cell phones!
Oh well, do you know that LG is Korean brand? And people in Korea loves their own products very much... so it supports their economy - driven by domestic demands.
Viewty - Front

Palm Treo - Front

Viewty - back

Palm Treo - back

Saturday, February 7, 2009

Schoolaholic @ Trimedia, Mal Ska, Pekanbaru

I was quite surprised when I entered Trimedia Bookstore in Mal Ska, Pekanbaru and found my novels there... I didn't expect that my gang (Kak Rus, Mag, my sis Riana) will get excited as well... I guess, it was the first time they saw Schoolaholic Princess 1-3 displayed in a bookstore. (Usually we reside in Singapore).

Date taken: 23 Jan 2009
Location: Trimedia bookstore, Mall Ska, Pekanbaru
Schoolaholic Princess 1, 2, 3

Haha, probably this is the first photo I pose with my novels on the shelf

In front of the bookstore

Friday, February 6, 2009

Ternyata adult juga suka ini trilogi :)

Meiske Isdayanti, Makassar nulis ini di facebook saya:
"aku dah baca novel kamu yang tiga jilid itu...jadi ingat jaman sekolah dulu apalagi lomba minat bacanya itu aku juga pernah ikutan tuh..btw sebagian dari jalan ceritanya pasti pengalaman pribadi kamu khan...kecuali jaman kuliahnya aja gak, hehe...bagus kok ceritanya serasa baca diari hehehe...novel yang satu lagi dah terbit belum?"

Monday, February 2, 2009

Tersedia di Gunung Agung, akhirnya!

My uncle (my mom's elder bro) texted me on my last day in Jogja:
Yun novel2mu ada di Tb Gunung Agung yg di Arion Jakarta Timur dengan harga jual
TMB 27.500 (The Miracle Boys - red)
RS 28.500 (Romansa Singapura - red)
SC 24.500 (Simfoni Cinta - red)


So today I check toko Gunung Agung website... n here you are

The Miracle Boys @ Toko Gunung Agung websiteRomansa Singapura @ Toko Gunung Agung website

Simfoni Cinta @ Toko Gunung Agung website

Friday, January 23, 2009

Meet & Greet with Robby - Aditya FM Pekanbaru

Pertama datang, bawa cokelat n mau pamer novels hehe - can you believe that I was actually quite in a bad mood??? Demi pose di blog, harus pasang senyum no matter what!
23 January 2009

Well, well, well...
Di Pekanbaru itu, kita harus menghubungi orang yang "in charge" dan tidak bisa menitip pesan - kebanyakan pesan akan "tidak sampai"... That is what I learn. Maksudnya kacau balau deh, karena koordinator yang dulu mengatur wawancara jarak jauh Singapura-Pekanbaru ternyata resign untuk menempuh hidup baru (baca: menikah, secara harfiah). Lalu begitu mendarat, Kamis 22 Jan 09 siang, saya menelepon radio dan oleh resepsionis dijawab dengan tidak bersemangat! -- beneran, bikin "ilfil" dan tidak antusias... No cover up here, I just spill the beans out, tanpa tedeng aling-aling lagi. Nanya di mana Robby atau Nadine, jawabnya juga sekenanya. Benar2 tidak seperti yang saya harapkan - karena saya terbiasa dengan birokrasi efektif ala Singapura - kalau nitip pesan, pasti ada follow up dan resepsionisnya bersemangat. Yang ini, hopeless deh. Sori ya mbak, kesan pertama memang begitu!

Welcome to Pekanbaru, Yun -- that was what Pak Harry said. Lain ladang, lain belalang; lain lubuk, lain ikannya. Beda daerah, beda adat / behaviournya.

Sampai akhirnya, saya samperin aja radionya setelah sarapan (Jumat, 23 Jan 09). Waktu itu saya bilang ke geng saya (Kak Rus, Mag, adikku Riana): just drop the chocolate, if there is no warm reception alias gak ada sambutan, kita cabut aja. For the sake of courtesy dulu aku udah janji bakal drop by ke Aditya FM kalau aku ke Pekanbaru... Syukur-syukur bisa ketemu Robby or Nadine. If not, ya udah deh, bye-bye aja...

Rupanya Tuhan mendengarkan keluhan saya. Robby ada di kantor. HOREEEE!!! Semua yang kacau jadi membaik... I am quite pleased about that :)
Robby nanya dikit soal acara promo Schoolaholic sorenya, dan berjanji datang abis dia siaran. Lalu dia bilang masih penasaran sama novel Sakura Bersemi di Yokohama ^_^

Voila, segalanya berubah! Dengan ramah dan apologetic Robby menjelaskan masalahnya - next time better contact him directly - dan ternyata Penerbit Andi cabang Riau menghubungi bagian marketing - itulah mengapa tidak ada respons --> because you don't contact the right person.
It's a matter of whom you know, still...

Berpose di resepsionis

Yunisa & Robby & novel-novel

Ini masih melihat ke arah kamera lain

Akhir, fokus ke kamera ini

Pose akhir, Yunisa sudah ceria lagi hehehe

Tuesday, January 20, 2009

Bedah Buku Schoolaholic di Pekanbaru

Akhirnya dikonfirm juga, padahal udah bolak-balik mereka telp aku hehe, when I asked, "What time would it be?"
"Waduh Mbak, lupa jam berapa, tapi sore kok..."
Date: Friday, 23 Jan 09
Time: 5 pm
Venue: Gramedia Mall Pekanbaru
Ada door prize juga
Pagi mesti ke Aditya FM, besok mesti telp mereka dulu buat arrange everything...

Monday, January 19, 2009

Schoolaholic Promo di Tangerang / Jakarta

Well, Andi cabang Jakarta lumayan cepat membereskan detil acara...

Hari / Tanggal: Sabtu / 24 Jan 2009
Venue / Tempat: Gramedia WTC Matahari Serpong
Pukul: 16.00 - selesai

I need to contact my personal friends as well...

very busy at work,
Yunisa

Wednesday, January 14, 2009

Apa kata orang tua tentang trilogi Schoolaholic Princess

Hmm, hmm, sebenernya inilah penyebab mengapa saya rada malas membagi novels ini ke kalangan orang tua (baca: 35 tahun ke atas or 40+++). Beda genre, mereka udah nggak bisa "relate" ke pengalaman remaja... lain dengan saya yang memang bisa "relate" ke semua usia hahaha

Dugaan saya terbukti ketika bayar upeti ke Dr Dede SS ("secara" dia kan yang encourage saya agar menulis, makanya saya jadi novelis sekarang ini, jadi pasti dapet autographed copies -- walau mestinya gak dia baca haha).

Suatu siang, beberapa hari sebelum Natal 2008 di Singapura
*bla bla* pokoknya as usual, beliau murah hati mengeluarkan kata-kata pujian tentang novels yang berhasil terbit. Padahal menurut saya, I don't deserve such praises.

"Ah, kalau dokter nggak encourage saya, I won't be writing novels," Yunisa menyahut, merasa tidak layak menerima pujian soal novels. Kan my novels belum go international... Rencana tahun ini kembali bersemangat membuka jalan agar bisa go international (maksudnya terbit edisi English)...

"No, no, I think you should keep writing!" balas Dr Dede.

Lalu dengan penasaran dilihatnya 3 buku Schoolaholic Princess ini: The Miracle Boys, Romansa Singapura, dan Simfoni Cinta -- dengan pandangan terkagum-kagum (nggak ding, maksudnya dengan mata berbinar-binar, mungkin masih tidak percaya bahwa kata-kata baik yang ditulisnya di e-mail bulan Oct 2004 telah membuahkan 5 novels so far).

"Jadi yang beli ini anak-anak (sekolahan)?" tanyanya spontan.

"Bukan anak-anak!" protes Yunisa, sedikit merasa tersinggung kenapa Schoolaholic Princess trilogy dianggap buku anak-anak oleh dokter tsb (ybs)- mungkin karena cover-nya yang catchy ala komik manga. "Ini buat remaja," buru-buru Yunisa menjelaskan.

Tentu saja remaja tidak mau dibilang anak-anak oleh orang dewasa. Status "REMAJA" itu kan spesial hehe ^_^

Hehe, begitulah sekelumit kejadian pertama yang membuat Yunisa semakin yakin, para orang tua (40+++) tidak terlalu antusias membaca Schoolaholic Princess... kecuali yang berjiwa sangat muda ^_^

Hari ini, Rabu pagi waktu Singapura (entah jam berapa waktu Kanada)
...yg 3 lainnya bhs gaul sekali ya...seger deh kelihatannya...ntar saya tanya2 kl gak ngerti maksudnya ya... Baru baca pra-katanya doang. -- Avy, Canada

LOL, padahal Schoolaholic Princess ini secara sadar tidak memakai gue-elu karena saya tidak suka bahasa gue-elu. Kalau yang begini aja dianggap gaul, padahal ini cuma "semi gaul"... I have nothing more to say ^_^ maksudku, udah deh, para bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak remaja lagi -- nanti kalau Schoolaholic Princess dibuat serial or film, baru deh... silakan membaca HAHAHA

Cover Scan of Book 3 Simfoni Cinta


Scan Cover Depan: Simfoni Cinta

Scan Cover Belakang Simfoni Cinta

Minjem punya Riana, lalu dipindai :)

Tuesday, January 13, 2009

Cover Scan of Book 2: Romansa Singapura


Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura Front Cover Scan


Schoolaholic Princess 2: Romansa Singapura Back Cover Scan

Again I scanned the cover using my sister's copy...
Although she has read the manuscript before few years ago, she's still loving it... ^_^
Well, actually Phil's motor cycle should be white, so the original design was correct, but aesthetically, I like this cover more since white motor cycle did not look catchy in blue-white background.

Cover Scan of Book 1: The Miracle Boys

Scan of Front Cover - Schoolaholic Princess 1: The Miracle Boys
Scan of Back Cover - Schoolaholic Princess 1: The Miracle Boys

Oh well, my sister Riana found some stupid mistakes I made in this book that my Editor and Corrector didn't catch -- the habitual silly mistake, i.e. mix up similar "pronunciation", e.g. I always pronounce Brendan Fraser in The Mummy as Brenda Freezer or Brenda Fisher... (The Fisher theory in investment hahaha)-- and in this book, the typos are:
Ashton Kucher -- not Kutcher
Maksim the pianist -- not Maxim (this is men magazine)

Anyway, I borrow her copy to scan the cover as my own personal copy has been covered by plastics hahaha =D

Monday, January 12, 2009

Congratulatory Notes for Novels Promo

From friends

Ki Ageng Similikithi:
Yunisa,
PF ya, sudah saya buka tadi. gambar2nya mengesankan. You become celebrity now
Take care
BS
------------
Marko Santana:
Congrats ya cik ..
all the best for your novels !
Enjoy your life !
-----------------------
Leo Santana:
aku udah liat foto2mu juga tuh di amplas. haha. orang terkenal yah saini.

From Gallupians

CK Sharma:
Hi Yunisa – great to see that you’re keeping this wonderful interest of yours going. Congratulations.
CK
------------------------
Angie Ng:
Wa, good, good! Wish I can be there to support.
All the best, for more books to come!
------------------------
Maggie Hoppe:
Congrats, Yunisa! Glad to hear it went so well. Looks like fun!
------------------------
Gladdy He:
Wow, concerts! You are so proliferate! R the books in english?

Tuesday, January 6, 2009

Merlion - kayak sampul Romansa Singapura



The tallest building - ex Westin Stamford, now Swissotel Raffles The Plaza hotel, and the landscape of Merlion, Esplanade, CBD area. This is the correct pose for the cover!

Peace!!!

Too many people yeah?


Smile, this is the correct pose


Merlion, Esplanade n Yunisa ^_^


Mini Merlion n me



Oops ini tidak yakin apakah kebalik dari sampul (my camera) - cuaca mendung (it was cloudy)


Yak, ini pasti kebalik deh arahnya (using my sis' camera)



Perut gembul meniru Merlion :D


Yunisa as Merlion *_*


Well, these photos were taken when my lil sis Martha Rinna Dewi was in Singapore, 21 Dec 08 in Merlion Park, Marina Bay area.